Tribute Page

Nabi Muhammad Rasulullah

Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam

Kaligrafi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam
Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam Image credit
Tidaklah Kami mengutusmu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam.
[Terjemahan Surah Al-Anbiya [21] Ayat 107]

Muhammad Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah seorang Nabi dan Rasul. Lahir di Kota Mekkah Jazirah Arab pada tahun 570 Masehi. Para ulama dan penulis sirah sepakat bahwa kelahiran Muhammad jatuh pada bulan Rabiul Awal.

Nabi adalah seorang yang mendapat wahyu dari Allah. Di antara para Nabi, ada juga yang merupakan Rasul, yakni seorang yang mendapat wahyu Allah dan wajib menyebarkan ajarannya.

Adam merupakan Nabi pertama, sedangkan Muhammad merupakan Nabi terakhir. Di antara para Rasul, ada lima orang yang mendapat gelar ulul 'azmi, yakni para Rasul yang memiliki ketabahan luar biasa. Mereka adalah Nuh, Ibrahim, Musa, 'Isa, dan Muhammad.

Sebelum Nabi Muhammad diutus, Allah telah mengutus Rasul-Rasul pada tiap-tiap umat. Ajaran atau syari'at para Rasul ini berbeda-beda dan hanya ditujukan khusus untuk umatnya saja.

Nabi Muhammad adalah Nabi dan Rasul terakhir, diutus untuk seluruh umat manusia. Syari'atnya menyempurnakan ajaran para Rasul terdahulu. Inti semua ajaran Nabi dan Rasul adalah ajaran Tauhid atau pengesaan Allah.

Memperoleh Gelar

Sebelum masa kenabian, Muhammad mendapatkan dua gelar dari suku Quraisy (suku terbesar di Mekkah yang juga suku dari Muhammad) yaitu Al-Amiin yang artinya orang yang dapat dipercaya dan As-Saadiq yang artinya yang benar.

Ketika Muhammad berumur 35 tahun, Beliau ikut bersama kaum Quraisy dalam perbaikan Ka'bah. Pada saat pemimpin-pemimpin suku Quraisy berdebat tentang siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad, Muhammad dapat menyelesaikan masalah tersebut dan memberikan penyelesaian adil.

Muhammad adalah orang yang percaya sepenuhnya dengan keesaan Tuhan. Beliau hidup dengan cara amat sederhana. Membenci sifat-sifat tamak, angkuh dan sombong yang lazim di kalangan bangsa Arab saat itu.

Ia dikenal menyayangi orang-orang miskin, janda-janda tak mampu dan anak-anak yatim serta berbagi penderitaan dengan berusaha menolong mereka.

Ia juga menghindari semua kejahatan yang sudah membudaya di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga ia dikenal sebagai As-Saadiq yang berarti yang benar.

Setelah masa kenabian para sahabatnya memanggilnya dengan gelar Rasul Allāh, kemudian menambahkan kalimat Shalallaahu 'Alaihi Wasallam, yang berarti semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya.

Menerima Wahyu

Menjelang usianya yang ke-40, Beliau sering menyendiri ke Gua Hira' di sebuah bukit sekitar 6 km sebelah timur kota Mekkah, yang kemudian dikenali sebagai Jabal An Nur. Ia bisa berhari-hari bertafakur (merenung) dan mencari ketenangan.

Muhammad pertama kali diangkat menjadi Nabi pada malam hari tanggal 17 Ramadhan/ 6 Agustus 611 M. Diriwayatkan Malaikat Jibril datang dan membacakan surah pertama dari Quran yang disampaikan kepada Muhammad, yaitu surah Al-Alaq.

Muhammad diperintahkan untuk membaca ayat yang telah disampaikan kepadanya, namun ia mengelak dengan berkata ia tak bisa membaca. Jibril mengulangi tiga kali meminta agar Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap sama. Jibril berkata:

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,Yang mengajar (manusia) dengan pena.Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.[Al-'Alaq:1-5]

Muhammad menerima wahyu berangsur-angsur hingga wafat. Praktik atau amalan Muhammad diriwayatkan dalam hadis, dirujuk oleh umat Islam sebagai sumber hukum Islam bersama Al-Quran.

Diangkat Sebagai Rasul

Tiga tahun setelah wahyu pertama, Muhammad mulai berdakwah secara terbuka, menyatakan keesaan Allah dalam bentuk penyerahan diri melalui Islam sebagai agama yang benar dan meninggalkan sesembahan selain Allah.

Beliau diangkat sebagai Nabi dengan Iqra, dan diangkat sebagai Rasul dengan surah al-Mudatstsir.

Beliau diutus Allah untuk menyampaikan peringatan menjauhi syirik dan mengajak kepada tauhid. Dalilnya, firman Allah Ta’ala.

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ﴿١﴾قُمْ فَأَنْذِرْ﴿٢﴾وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ﴿٣﴾وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ﴿٤﴾وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ﴿٥﴾وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ﴿٦﴾وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ

Wahai orang yang berselimut ! Bangunlah, lalu sampaikanlah peringatan. Agungkanlah Tuhanmu. Sucikalah pakaianmu. Tinggalkanlah berhala-berhala itu. Dan janganlah kamu memberi, sedang kamu menginginkan balasan yang lebih banyak. Serta bersabarlah untuk memenuhi perintah Tuhanmu.
[al-Mudatstsir /74: 1-7]

Beliaupun melaksanakan perintah ini dengan tekun dan gigih selama sepuluh tahun, mengajak kepada tauhid. Setelah sepuluh tahun itu beliau di mi’rajkan (diangkat naik) ke atas langit dan disyari’atkan kepada beliau shalat lima waktu.

Kemudian, sesudah itu, beliau diperintahkan untuk hijrah ke Madinah. Hijrah, pengertiannya, ialah : Pindah dari lingkungan syirik ke lingkungan Islami.

Setelah Nabi Muhammad menetap di Madinah, disyariatkan kepada Beliau zakat, puasa, haji, adzan, jihad, amar ma’ruf dan nahi mungkar, serta syariat-syariat Islam lainnya.

Beliau-pun melaksanakan untuk menyampaikan hal ini dengan tekun dan gigih selama sepuluh tahun. Sesudah itu wafatlah beliau, sedang agamanya tetap dalam keadaan lestari.

Melalui beliau, Allah telah menyempurnakan agama-Nya untuk kita, firman Allah Ta’ala.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Pada hari ini, telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan Aku lengkapkan kepadamu ni’mat-Ku serta Aku ridhai Islam itu menjadi agama bagimu.
[al-Maaidah/5 : 3]

Allah Ta’ala berfirman.

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Tiada paksaan dalam (memeluk) agama ini. Sungguh telah jelas kebenaran dari kesesatan. Untuk itu, barangsiapa yang ingkar kepada thagut dan beriman kepada Allah, maka dia benar-benar telah berpegang teguh dengan tali yang terkuat, yang tidak akan terputus tali itu. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. [al-Baqarah/2 : 256]

Ingkar kepada semua thagut dan iman kepada Allah saja, sebagaimana dinyatakan dalam ayat tadi, adalah hakekat syahadat Laa Ilaaha Ilallah.

Penyebaran Islam

Muhammad bersama pengikut awal mendapati berbagai bentuk perlawanan dan penyiksaan dari beberapa suku Mekkah. Seiring penganiayaan yang terus berlanjut, Muhammad membenarkan beberapa pengikutnya hijrah ke Habsyah, sebelum Muhammad memulai misi hijrah ke Madinah pada tahun 622.

Peristiwa hijrah menandai awal penanggalan Kalender Hijriah dalam Islam. Di Madinah, Muhammad menyatukan suku-suku di bawah Piagam Madinah.

Setelah delapan tahun bertahan atas serangan suku-suku Mekkah, Muhammad mengumpulkan 10.000 Muslim untuk mengepung Mekkah. Serangan tidak mendapat perlawanan berarti dan Muhammad mengambil alih kota dengan sedikit pertumpahan darah.

Ia menghancurkan berhala-hala. Pada tahun 632, beberapa bulan setelah kembali ke Madinah usai menjalani Haji Wada, Muhammad jatuh sakit dan kematian.

Muhammad meninggalkan Semenanjung Arab yang telah bersatu dalam pemerintahan tunggal Islam dan sebagian besar telah menerima Islam.

Sholawat Nabi

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad, kamaa shallaita ‘ala Ibraahiim wa ‘ala aali Ibraahiim, wa baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad, kamaa baarakta ‘ala Ibraahiim wa ‘ala aali Ibraahiim, innaka hamiidum majiid.

"Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi rahmat kepada Nabi Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia di seluruh alam ini." (HR. Al Bukhari dan Muslim)



Rujukan

  1. Muhammad
  2. Nabi dan Rasul
  3. Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam
  4. Bacaan Sholawat