BandungLokalBisnis

Ekosistem Digital Marketing

Oleh Tisna Rudi | 5 September 2018


Home > Blog > Ekosistem Digital Marketing

Ekosistem Digital Marketing adalah kombinasi titik kontak, konten dan masyarakat yang beriteraksi dengannya, didukung oleh lingkungan teknis dan media untuk mempromosikan brand.

Dalam ekosistem digital marketing, masyarakat pengguna beradaptasi dengan lingkungan teknologi, sebaliknya masyarakat dengan kemampuannya untuk berpikir dapat membuat konten dan mengembangkan teknologi.

Ekosistem digital marketing terdiri dari:

  • Pengguna
  • Aktivitas pengguna
  • Interaksi. Alur informasi yang digunakan - dibagikan antar mereka
  • Masyarakat/komunitas dengan siapa mereka berinterkasi
  • Jasa atau Produk yang tersedia kepada mereka
  • Titik kontak (Touchpoints) fisik atau virtual, offline atau online
  • Channel dimana mereka berkomunikasi
  • Lingkungan teknis (internet, network, web server, cloud hosting)
  • Proses membuat konten

Berpikir Secara Ekosistem

Di era teknologi digital, brand perlu berpikir ekosistem digital. Perusahaan butuh strategi konten marketing untuk meninggalkan jejak digital brand visibility yang kuat di internet. Pengaruh kuat ini diperlukan untuk memperoleh klien baru dan peluang menghasilkan pendapatan.

Manfaat berpikir dengan kerangka ekosistem digital adalah kita dapat melakukan riset atau survey evaluasi perilaku pengguna atau buyer persona dengan mengajukan beberapa pertanyaan berikut:

  • Siapakah pengguna produk/jasa kita?
  • Aktivitas apa yang mereka lakukan?
  • Informasi apa yang mereka perlukan? (dan dimana mereka mencarinya?)
  • Apa/Siapa sumber informasi yang mereka gunakan?
  • Dengan siapa mereka berinteraksi?
  • Apa tujuan mereka?
  • Jasa/produk apa yang tersedia kepada mereka?
  • Hal apa yang memicu kebutuhan mereka terhadap produk/jasa?
  • Apa tantangan atau hal membuat mereka frustasi?
  • Teknologi apa yang mereka gunakan (alat digital/saluran digital)?
  • Melalui channel apa mereka berkomunikasi?
  • Apa titik kontak (touchpoint) yang mereka miliki dengan bisnis Anda?
  • Apa/Siapa yang mempengaruhi mereka dalam membuat keputusan?

Pemetaan Ekosistem Digital Marketing

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dan menghubungkan titik-titik bagaimana perilaku dan interaksi buyer persona dengan kombinasi semua titik kontak, Anda perlu mengembangkan peta ekosistem digital. Dimulai dengan melakukan riset men-detail target audiens dan engagement, hingga ke konversi, proses belanja dan layanan purna jual.

Visualisasi dengan melakukan pemetaan ini akan memberikan wawasan dan membantu memahami bagimana perilaku target audiens berinteraksi dengan titik kontak yang berbeda, dan bagaimana unsur-unsur yang berbeda terhubung.

Ekosistem Digital Marketing
Ekosistem digital marketing

Perancangan peta digital ecosystem bergantung pada tujuan perusahaan. Jika tujuannya melakukan kampanye iklan dan semua aset titik kontak mengarahkan prospek ke website dimana mereka melakukan pembelian, maka dapat digunakan pendekatan model jeruji terpusat.

Jika tujuannya melakukan kampanye brand awareness, maka dapat digunakan pendekatan model matrik, dimana semua asset saling berhubungan dan mengarahkan konsumen dari satu platform ke platform lainnya.

Kategori Titik Kontak

Untuk terhubung dengan prospek melalui kombinasi Touchpoint yang berbeda, meningkatkan brand awareness, membangun kredibilitas, dan mencapai target pemasaran, brand perlu strategi digital marketing dengan memanfaatkan gabungan paid, owned, dan earned media secara berimbang.

Apa saja perbedaan dan karakteristik paid, owned, dan earned media?

Paid-Owned-Earned media
Altimeter report: Paid + Owned + Earned = Converged media

Paid

Paid media adalah apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk menayangkan iklan dengan cara membayar. Termasuk membayar seorang blogger, influencer atau buzzer untuk menerbitkan konten tentang brand, produk, atau jasa suatu perusahaan di blog atau di akun media sosialnya.

Paid media tidak menjamin, Anda akan mendapatkan persis apa yang diinginkan. Setiap website mempunyai standar dan proses editorial berbeda-beda. Anda harus mengikuti pedoman website yang bersangkutan, tapi dalam batas-batas tertentu dapat mengontrol pesan yang ingin disampaikan.

Contoh paid media:

  • Iklan koran dan majalah
  • Iklan radio dan TV
  • Google Adwords
  • Social media ads (Facebook, Instagram)
  • Banner
  • Artikel sponsor
  • Press release

Owned

Owned media adalah digital properti yang kontennya dikontrol sepenuhnya oleh Anda sebagai pemilik. Misalnya website perusahaan, blog, profil perusahaan di media sosial, dan aplikasi mobile.

Keuntungan memiliki kontrol adalah kita dapat menentukan apa yang dilihat oleh khalayak (audience). Anda memutuskan apa yang akan diposting di website, blog dan profil media sosial.

Manfaatkan owned media untuk menampilkan produk, jasa, atau keahlian Anda. Membentuk citra brand, edukasi dan interaksi dengan khalayak, optimasi mesin pencari, konversi trafik arus pengunjung menjadi pelanggan, dan purna jual.

Website dan blog perusahaan sebaiknya tidak menggunakan web hosting gratisan atau numpang alamat website dengan menggunakan sub-domain dari domain website lainya.

Anda perlu mendaftarkan nama domain yang unik, mengandung keyword yang relevan dengan nama produk atau nama jasa, dan menyewa web server hosting untuk menyimpan data file website. Selain itu, jika tidak bisa membuat website sendiri, perkerjakanlah web developer berpengalaman.

Agar owned media efektif, Anda harus memahami Search Engine optimization (SEO) dan strategi konten marketing. Jika melakukannya dengan benar, website akan mendapatkan trafik arus pengunjung dari prospek yang melakukan pencarian melalui search engine.

Earned

Earned media adalah apa saja yang tidak dibuat dan tidak dibayar oleh Anda. Earned media merupakan reward, kita memperoleh publikasi gratis diluar paid media. Kustomer dan prospek menilai earned media sebagai sumber terpercaya ketika mereka mencari produk atau jasa.

Contoh earned media:

  • Liputan di koran
  • Online review dari konsumen
  • Interaksi di media sosial atau forum online
  • User generated content
  • Menyebarkan konten tentang produk atau jasa dari suatu brand
  • Pemasaran dari mulut ke mulut (Word of mouth)

Keuntungan earned media adalah gratis, dipercaya oleh pembaca, authorithy, exposure, branding dan SEO. Kelemahannya adalah Anda tidak memiliki kontrol. Contohnya online review dari konsumen. Anda tidak mengatakan kepada konsumen apa yang akan ditulisnya berdasarkan pengalaman mereka dengan produk atau jasa yang Anda jual. Jadi Anda tidak dapat mengontrol ulasannya.

Kombinasi Titik Kontak

Menggunakan satu bentuk media akan membantu meningkatkan jejak digital. Tapi dengan menggunakan gabungan lebih dari satu bentuk media akan memberikan pengaruh lebih kuat.

Konten Marketing
Konten marketing

Paid + Owned

Kalau kita perlu menyampaikan pesan secepatnya, dapat memanfaatkan bauran paid dan owned media. Buatlah artikel di blog dan sampaikan ke press release. Selain itu, dapat dibagikan di media sosial untuk mempromosikan konten.

Jangan membayar konten sponsor untuk mengontrol reputasi, terutama jika sudah ada informasi negatif secara online tentang suatu brand. Media lain dan masyarakat akan beranggapan brand tersebut berusaha membayar untuk mendapatkan berita positif dari earned media. Hal ini dapat menimbulkan kesan negatif.

Paid + Earned

Jika misalnya Anda membaca tentang sebuah perusahaan di tiga jenis media yang berbeda. Pertama di website perusahaan, kedua dalam iklan, dan ketiga artikel di media cetak. Manakah yang cenderung membuat Anda lebih percayai?

Membaca di website perusahaan oleh sebagian orang dianggap kurang kredibel. Karena websitenya, maka pemilik dapat mengatakan apa yang diinginkan. Jadi bukan satu-satunya sumber yang benar-benar dapat dipercaya.

Membaca iklan sedikit lebih baik. Paling tidak kita merasa bahwa media publikasi tidak akan sembarangan mengijinkan iklan dari pihak yang dicurigai sebagai penipuan.

Bagaimana kalau membaca ulasan seorang jurnalis di media cetak? Jelas ada bedanya. Orang akan cenderung lebih percaya pada sebuah artikel di koran daripada bentuk media lainnya. Mereka melihatnya bebas dari kepentingan perusahaan karena koran tersebut bukan milik perusahaannya, tidak berpihak dan tidak dibayar.

Kombinasi Paid, Owned & Earned

Pengaruh Search Engine Optimization dalam digital marketing tidak dapat dibantah. Ada beberapa manfat untuk earned, owned, dan paid media. Masing-masing memberikan kontribusi terhadap peringkat pencarian melalui berbagai cara. Mengkombinasikan ketiga-tiganya akan memberikan link authority dan membantu meningkatkan Search Engine Result Page (SERP).

Bayangkan Anda menngunakan sponsored content (paid media) di website ternama. Lalu Anda promosikan di blog dan media sosial (owned media), dan menanggapi komentar dari orang lain di artikel (earned media). Semakin populer artikelnya, semakin authoritative link-nya .

Dengan melakukan hal tersebut, kita tidak hanya memperoleh manfaat dari meningkatnya trafik pengunjung, tapi juga membangun online presence yang kuat. Menciptakan reputasi positif, meningkatkan brand awareness dan memperkokoh bisnis.

Owned + Earned

Kombinasi owned dan earned media tidak mudah. Konten owned media dibuat oleh penggunanya (user generated content), contohnya media sosial. Perlu peraturan cukup ketat bagi komunitas penggunanya. Kalau tidak dapat disalahgunakan.

Kesimpulan

Dengan memahami ekosistem digital marketing dan strategi konten marketing yang komprehensif, brand akan mampu menyampaikan pesan yang ingin diketahui oleh masyarakat melalui kombinasi titik kontak untuk membangun brand visibility di mata publik.


Komentar, dan pertanyaan sampaikan melalui email ke bandunglokalbisnis@gmail.com


© 2010 – 2018 Bandung Lokal Bisnis