Beranda > Review > 10 Landmark kota Bandung

10 Landmark Kota Bandung

Landmark atau Markah (Penanda) Tanah Kota Bandung tentu lebih dari sepuluh. Dalam video dan artikel ini saya mengulas 10 landmak kota Bandung saja. Video dibuat dengan merekam Google Earth dan Photo Panorama 360 derajat (360 cities) yang terintegrasi dengan Google Earth. Dari ke sepuluh landmark ini, photo panorama 360 derajat Villa Isola dan Monumen Bandung Lautan Api, saat video dibuat belum ada yang membuat. Ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi penggemar photographi di Bandung untuk membuatnya.

Berikut artikel ulasan daftar 10 Landmark Kota Bandung

1. Gedung Sate

Gedung Sate dengan ciri khas ornamen tusuk sate pada menara telah lama menjadi Landmark Kota Bandung. Peletakan batu pertama pembangunannya dilakukan oleh Johanna Catherina Coops, puteri sulung Walikota Bandung, B. Coops dan Petronella Roelofsen pada tanggal 27 Juli 1920. Gedung Sate yang terletak di Jalan Diponegoro, pada masa Hindia Belanda disebut Gouvernements Bedrijven kini berfungsi sebagai gedung pusat pemerintahan Jawa Barat.

2. Monumen Perjuangan

Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat terletak di Jalan Dipati Ukur - Bandung. Lokasinya di depan Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad).Monumen yang berbentuk bambu runcing dengan gaya arsitektur modern ini dilengkapi dengan relief pada bagian dinding depan yang menceritakan sejarah perjuangan rakyat Jawa Barat, dan 7 buah diorama pada ruang pameran tetap Monumen diresmikan penggunaanya oleh Gubernur Jawa Barat, R. Nuriana pada tanggal 23 Agustus 1995.

3. Museum Geologi Bandung

Museum Geologi didirikan pada tanggal 16 Mei 1928 berlokasi di Jalan Diponegoro. Setelah mengalami renovasi, Museum Geologi diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Megawati Soekarnoputri pada tanggal 23 Agustus 2000. Dalam Museum ini tersimpan fosil, batuan meteor, batuan mineral, kerangka tulang hewan purba , dan materi geologi lainnya ang dikumpulkan dari sejak tahun 1850.

4. Jalan layang Pasupati

Jalan layang Pasupati menghubungkan Jalan Terusan Pasteur dan Jalan Surapati. Pasupati flyover merupakan jalan layang pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi anti gempa. Jalan sepanjang 2,5 km ini dilengkapi dengan jembatan cable stayed sepanjang 161 meter yang melintang di atas lembah Cikapundung. Kekuatan jembatan itu ditopang oleh 19 kabel baja yang terdiri dari 10 kabel dibagian barat dan 9 kabel disebelah timur.

5. Institut Teknologi Bandung

Institut Teknologi Bandung (ITB), didirikan pada tanggal 2 Maret 1959. Kampus utama ITB saat ini merupakan lokasi dari sekolah tinggi teknik pertama di Indonesia: De Techniche Hoogeschool te Bandung yang berdiri tanggal 3 Juli 1920 dengan satu fakultas yang hanya mempunyai satu jurusan de afdeeling der Weg en Waterbouw.

6. Villa Isola

Villa Isola (villa terpencil) terletak di Jalan Setiabudi, dibangun pada tahun 1933. Bangunan cantik bergaya art deco ini didesain oleh arsitek C.P. Wolff Schoemaker. Awalnya milik Dominique Willem Berretty, seorang hartawan Belanda. Kemudian menjadi milik Hotel Savoy Homann. Setelah kemerdekaan Indonesia., Villa ini diberi nama Bumi Siliwangi. Pada tanggal 20 Oktober 1954, Perdana Menteri Mr. Ali Sostroamidjojo, mempersembahkan gedung sebagai markas besar IKIP yang kemudian menjadi UPI (Universitas Pendidikan Indonesia).

7. Mesjid Raya Bandung

Mesjid Raya Bandung terletak di Jalan Asia Afrika. Sejak pembangunannya pada tahun 1810 sudah mengalami sedikitnya tujuh kali perombakkan. Perubahan total terjadi pada tahun 2001 yang berlangsung sekitar dua tahun dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat R Nuryana pada tahun 2003, Menara kembar setinggi 81 meter di sisi kiri dan kanan mesjid, setiap hari sabtu dan minggu terbuka untuk umum.

8. Gedung Merdeka

Gedung Merdeka pertama kali dibangun pada tahun 1895 dan dinamakan Sociƫteit Concordia. Pada tahun 1926 bangunan ini direnovasi seluruhnya oleh Wolff Schoemacher, Aalbers dan Van Gallen. Pada tahun 1954, berdasarkan keputusan pemerintah Republik Indonesia, Gedung Concordia terpilih sebagai tempat Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika tahun 1955 yang merupakan cikal bakal Gerakan Non-Blok.

9. Savoy Homann Bidakara Hotel

Hotel yang yang berlokasi di Jalan Asia Afrika ini semula bernama Hotel Homann yang dijalankan oleh keluarga Homann asal Jerman pada 1880-an. Pada tahun 1939, A.F. Aalbers ditugaskan mendesain ulang bangunan ke gaya gelombang samudra atau streamline art deco. Hotel ini dikenal akan arsitektur dan tamu-tamu terkenal yang pernah menginap. Kata "Savoy" ditambahkan, pada tahun 1940 Setelah Kemerdekaan Indonesia, hotel ini diambil alih oleh grup hotel Bidakara sehingga namanya menjadi Savoy Homann Bidakara Hotel.

10. Monumen Bandung Lautan Api

Monumen Bandung Lautan Api terletak di area Taman Tegallega (tegal=lapangan - lega=luas) yang memiliki luas sekitar 16 Hektar. Taman Tegallega dulunya digunakan sebagai tempat pertunjukan Pacuan kuda yang digemari oleh masyarakat dari dalam maupun luar Kota Bandung.

Gallery Landmark Kota Bandung

Villa Isola

Monumen Bandung Lautan Api

Institut Teknologi Bandung

Monumen Perjuangan.

Pasupati Flyover

Gedung Sate.

Mesjid Agung Bandung.

Museum Konferensi Asia Afrika.